The supplementary feeding program (PMT) in an effort to prevent child stunting in RW 01 Notoprajan, Yogyakarta

Authors

  • Siti Arifah Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Raju Rajulul Khadrah Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Annisa Isna Laelana Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Sava putri Antika Dewi Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Sri Bintang Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Alzena Maulidya Fatihah Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Nuries Zaky Wildana Putra Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Nida Agustiani Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Ulva Dawanti Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Aninda Helga Prasista Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Deva Puspitarini Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Keywords:

stunting, Supplementary Feeding Program (PMT), child health, family, community health worker

Abstract

Stunting remains a significant public health issue in Indonesia. The Supplementary Feeding Program (PMT), which uses local food sources, is a key intervention. This study aimed to evaluate the nutritional status of toddlers and the role of the PMT program in RW 01, Notoprajan Village, Yogyakarta. Methods thst we use is a descriptive cross-sectional study was conducted. Primary data were collected from 28 toddlers at the RW 01 Posyandu on August 15, 2025, through anthropometric measurements (weight and height). The analysis focused on the prevalence of stunting, defined as a height-for-age z-score below -2 standard deviations. Results Of the 28 toddlers, 3 (10.7%) were found to be stunted. This prevalence is slightly lower than Yogyakarta City's 2024 stunting rate (14.8%), yet it still highlights that stunting persists as a community-level issue despite various ongoing interventions. Conclusion is the 10.7% stunting rate in RW 01 Notoprajan underscores the need for continuous efforts. The PMT program is crucial for improving the nutrition of stunted and at-risk toddlers. The program’s success depends on the collaboration between the Community Health Center (Puskesmas), the dedication of community health workers (kader), and the active involvement of families.

References

Aminin, F., Hidayat, T., & Faradillah. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Peudada Kabupaten Bireuen. Jurnal Kesehatan Global, 4(2), 79-88.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja. (2024). 15 Kelurahan di Jogja Masih Belum Mampu Tekan Stunting. Harianjogja.com.

Dewi, M., & Nindya, T. S. (2017). Hubungan Keragaman Pangan dan Pola Asuh Makan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. Amerta Nutrition, 1(4), 360-368.

Febriani, T., Nuzula, F., & Andriani, F. (2020). Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting: Systematic Review. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 10(4), 543-552.

Fitri, L. N., & Kandarina, I. (2019). Formulasi dan Uji Tingkat Penerimaan Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan Berbasis Pangan Lokal untuk Balita Gizi Kurang. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 15(4), 143-150.

Hadi, A., Sulaeman, A., & Madanijah, S. (2019). Pengembangan Makanan Tambahan Balita Berbasis Pangan Lokal (Jagung, Kedelai dan Ikan Lele) sebagai Alternatif PMT-P. Jurnal Gizi dan Pangan, 14(1), 21-28.

Hardinsyah, H., Riyadi, H., & Napitupulu, V. (2021). Gizi dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Berkualitas di Indonesia. Jurnal Gizi dan Pangan, 16(1), 1-10.

Haszmy, A., Sari, D. A., & Safitri, Y. (2021). Efektivitas Edukasi Gizi terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Kader Posyandu tentang Stunting. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 6(1), 86-93.

Indraswari, R., Setyawati, B., & Nugraheni, S. A. (2022). Implementasi Sistem Monitoring Pertumbuhan Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Era Digital. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 10(1), 58-65.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Buku Saku Kader Kesehatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal Untuk Balita dan Ibu Hamil.

Lestari, W., Margawati, A., & Rahfiludin, M. Z. (2018). Hubungan Pola Asuh Makan oleh Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 7(1), 34-41.

Megawati, G., & Laksono, A. D. (2021). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pengentasan Stunting di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 24(4), 255-263.

Mugianti, S., Mulyani, Y., & Andriani, M. (2018). Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan terhadap Peningkatan Status Gizi Balita Gizi Kurang. Jurnal Sistem Kesehatan, 4(1), 39-45.

Nursalam, N., Fibriansari, R. D., & Yuwono, S. R. (2020). Peran Perawat Komunitas dalam Program Intervensi Gizi untuk Pencegahan Stunting. Jurnal Ners, 15(1), 57-64.

Pemerintah Kota Yogyakarta. (2025). Angka Prevalensi Stunting di Kota Yogya Turun. Warta Jogja Kota. Diakses dari warta.jogjakota.go.id.

Pratiwi, R., & Widyaningsih, V. (2020). Pengetahuan Ibu tentang Gizi dan Hubungannya dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 1-3 Tahun. Jurnal Kebidanan, 9(1), 46-52.

Purnamasari, D., Sartika, R. A. D., & Khomsan, A. (2022). Konvergensi Intervensi Gizi Spesifik dan Sensitif dalam Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia: Sebuah Tinjauan Sistematis. Jurnal Gizi dan Pangan, 17(2), 101-112.

Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Larasati, T. (2018). Analisis Faktor Risiko Penyebab Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 3(3), 513-522.

Rakhmawati, W., & Ansori, A. (2020). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Gizi dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping I Sleman Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu, 11(2), 165-174.

Ramayulis, R., Sudiarti, T., & Hartati, Y. (2018). Pemanfaatan Pangan Lokal sebagai Sumber Gizi dalam Upaya Penanggulangan Masalah Gizi. ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan), 3(1), 25-34.

Sari, E. N., Juffrie, M., & Nurani, N. (2016). Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan terhadap Peningkatan Berat Badan Balita Gizi Kurang di Kabupaten Bantul. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 4(2), 85-94.

Setiawan, E., Machfud, Y., & Herawati, D. M. D. (2020). Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Kesehatan Vokasional, 5(1), 34-41.

Simbolon, D., Suryani, D., & Anggraini, L. (2019). Peran Pemerintah Daerah dalam Kebijakan Penanggulangan Stunting di Tingkat Kabupaten/Kota. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: JKKI, 8(4), 165-172.

Suhartini, S., & Lestari, H. (2021). Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Upaya Pencegahan Stunting melalui Edukasi Gizi Seimbang. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 112-119.

Sumarmi, S., & Purtiningrum, A. (2018). Peran Gizi Ibu Hamil terhadap Perkembangan Janin untuk Mencegah Stunting. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, 1, 899-906.

Suryani, D., Hafiani, R., & Junita, R. (2022). Peran Kader Posyandu dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Balita di Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(1), 121-128.


Downloads

Published

2025-12-15

How to Cite

Arifah, S., Khadrah, R. R., Laelana, A. I., Dewi, S. putri A., Bintang, S., Fatihah, A. M., Putra, N. Z. W., Agustiani, N., Dawanti, U., Prasista, A. H., & Puspitarini, D. (2025). The supplementary feeding program (PMT) in an effort to prevent child stunting in RW 01 Notoprajan, Yogyakarta. Proceeding International Conference on Health Science and Technology, 1, 717–721. Retrieved from https://proceeding.unisayogya.ac.id/index.php/proichst/article/view/1554

Issue

Section

Community Service