Implementasi alur cerita (Storyline) pada pengembangan tata ruang pameran studi kasus: Museum Kailasa, Dieng, Banjarnegara

Authors

  • Lusiana Rochayati Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Ardiansyah Rahmat Hidayatullah Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Keywords:

Museum, tata ruang pameran, storyline, Museum Kailasa Dieng

Abstract

Museum Kailasa Dieng di Kabupaten Banjarnegara berperan sebagai media edukasi yang menyajikan sejarah dan peradaban kawasan Dataran Tinggi Dieng. Namun, tata ruang pameran yang belum sepenuhnya berbasis narasi menyebabkan penyampaian informasi sejarah kurang runtut dan optimal bagi pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi alur cerita (storyline) dalam pengembangan tata ruang pameran Museum Kailasa Dieng guna meningkatkan kualitas pengalaman ruang dan pemahaman pengunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan terhadap kondisi tata ruang pameran eksisting, pola sirkulasi, serta penyajian koleksi museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan alur cerita yang terstruktur melalui pengelompokan tema, pengaturan zonasi, dan sirkulasi ruang mampu menciptakan pengalaman pameran yang lebih komunikatif, berkesinambungan, dan mudah dipahami. Implementasi konsep storyline diharapkan dapat menjadi strategi pengembangan tata ruang pameran museum sejarah–arkeologi, khususnya Museum Kailasa Dieng, dalam menyampaikan nilai sejarah dan budaya secara lebih efektif

Downloads

Download data is not yet available.

References

Gandhes Kusuma Gumelar, & Rully. (2022). Evaluasi_Kebijakan_Pelestarian_Zonasi_Dan_Cagar_Bu. 27(1), 2598–2257.

Ichsan, I., & Ali, A. (2020). Metode Pengumpulan Data Penelitian Musik Berbasis Observasi Auditif. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan Dan Pendidikan Musik, 2(2), 85–93. https://doi.org/10.24036/musikolastika.v2i2.48

Irdana, N., & Kumarawarman, S. (2018). Konsep Penataan Koleksi Museum untuk Mempermudah Pemahaman Wisatawan dalam Wisata Edukasi Arsip dan Koleksi Perbankan di Museum Bank Mandiri Jakarta. Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan, 1(2), 132. https://doi.org/10.22146/diplomatika.35174

Gandhes Kusuma Gumelar, & Rully. (2022). Evaluasi_Kebijakan_Pelestarian_Zonasi_Dan_Cagar_Bu. 27(1), 2598–2257.

Ichsan, I., & Ali, A. (2020). Metode Pengumpulan Data Penelitian Musik Berbasis Observasi Auditif. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan Dan Pendidikan Musik, 2(2), 85–93. https://doi.org/10.24036/musikolastika.v2i2.48

Irdana, N., & Kumarawarman, S. (2018). Konsep Penataan Koleksi Museum untuk Mempermudah Pemahaman Wisatawan dalam Wisata Edukasi Arsip dan Koleksi Perbankan di Museum Bank Mandiri Jakarta. Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan, 1(2), 132. https://doi.org/10.22146/diplomatika.35174

Kajian, J., Desain, M., Kasus, S., & Fatahillah, M. (2025). Pengaruh Tata Letak dan Sirkulasi Ruang terhadap Keterlibatan Pengunjung Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang , Indonesia Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta , jumlah pengunjung Museum Sejarah Jakarta muda dengan identitas historis merek. 2(September).

Prasetya, F. A., & Hidayati, R. (2024). Analisa Pola Sirkulasi Dan Tata Pamer Museum R. Hamong Wardoyo, Boyolali. Seminar Ilmiah Arsitektur, 5, 137–145. http://siar.ums.ac.id/

Pratama, A., Djalari, Y. A., & Laksemi, S. K. (2018). Perbandingan Rumah Joglo di Jawa Tengah Dalam Lingkup Cagar Budaya (Studi Kasus: Omah UGM dengan nDalem Purwodiningratan)(. Jurnal Seni Dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain, 1(1), 83–106. https://doi.org/10.25105/jsrr.v1i1.3879

Raharjana, D. T. (2012). Membangun Pariwisata Bersama Rakyat: Kajian Partisipasi Lokal Dalam Membangun Desa Wisata Di Dieng Plateau. Jurnal Kawistara, 2(3), 225–237. https://doi.org/10.22146/kawistara.3935

Rivaldi, A., Feriawan, U., & Nur, M. (2023). Metode Pengumpulan Data Melalui Wawancara. Sebuah Tinjauan Pustaka, 1–89.

TI, J. (2020). Dewan Redaksi. Jurnal Teknologi Informasi, 4(2). https://doi.org/10.36294/jurti.v4i2.1846

wahyudin, yusep. (2013). Pada Tata Pameran Di Uptd Museum the Application of Storyline At Exhibition Layout.

Wicaksono, M. H. S. (2024). Evaluasi Potensi Geowisata Area Dieng Sebagai Kawasan Geopark Nasional. Jurnal Media Akademik (Jma), 2(1), 3031–5220.

DeChiara, J. (1973). Time-Saver Standards for Building Types (kedua). McGraw-Hill.

Neufert, E. (2002). Data Arsitek Jilid 2 (33rd ed.). PT. Gelora Aksara Fratama.

Nusantara, H. D. I. (n.d.). Melalui Gaya Seni Arca Masa. 335–346.

Lestari Elsa. (2022). Mengenal Dieng di Museum Kailasa. Indoenesia Kaya. https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/mengenal-dieng-di-museum-kailasa/


Downloads

Published

2026-03-10

How to Cite

Rochayati, L., & Hidayatullah, A. R. (2026). Implementasi alur cerita (Storyline) pada pengembangan tata ruang pameran studi kasus: Museum Kailasa, Dieng, Banjarnegara. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, 4. Retrieved from https://proceeding.unisayogya.ac.id/index.php/prosemnaslppm/article/view/2048

Issue

Section

Penelitian

Most read articles by the same author(s)