Defisit pengetahuan tentang menyusui pada pasien P1AO post sectio caesarea hari ke-1 di RS PKU Muhammadiyah Gamping: Case Study

Authors

  • Alvi Apriyani Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Kesehatan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Diah Nur Anisa Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Kesehatan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Keywords:

defisit pengetahuan, ibu primpara, menyusui, post sectio caesarea

Abstract

Latar Belakang: Masa post partum merupakan periode pemulihan organ reproduksi setelah persalinan, yang melibatkan adaptasi fisiologis dan psikologis ibu. Defisit pengetahuan tentang menyusui merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada ibu post sectio caesarea, terutama pada hari pertama. Kondisi nyeri luka operasi, keterbatasan mobilisasi, serta kurangnya pengalaman menyusui pada ibu primpara dapat menghambat proses pemberian ASI secara optimal. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui yang benar, posisi dan perlekatan bayi berpotensi menyebabkan ketidakefektifan menyusui dan menurunkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan berupa edukasi menyusui pada pasien P1A0 post sectio caesarea hari ke-1 dengan indikasi polihydramnion dengan masalah defisit pengetahuan tentang menyusui di ruang maternal RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode: Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus dengan melakukan asuhan keperawatan dari tahap pengkajian hingga tahap evaluasi. Kasus: Ny. P, usia 29 tahun, dirawat dengan diagnosa medis P1A0 Post Sectio Caesarea hari ke-1 dengan indikasi polihydramnion. Pasien mengalami masalah defisit pengetahuan tentang menyusui dengan keluhan belum mengetahui cara menysuui dengan benar. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pasien mengalami masalah defisit pengetahuan tentang menyusui. Setelah diberikan intervensi edukasi menyusui, terjadi peningkatan pengetahuan tentang menyusui yang ditandai dengan kemampuan mempraktikkan teknik menyusui dengan posisi dan perlekatan yang benar. Kesimpulan: edukasi menyusui terbukti sebagai metode yang efektif dalam mengatasi masalah defisit pengetahuan tentang menyusui pada ibu post partum primpara, yang ditunjukkan dengan meningkatnya pengetahuan tentang menyusui. Saran: Perawat disarankan untuk menerapkan edukasi menyusui sebagai intervensi bagi pasien dengan masalah defisit pengetahuan tentang menyusui pada ibu post partum primpara sesuai dengan perkembangan teori. Selain itu, perawat juga perlu memberikan edukasi kepada suami dan keluarga agar mereka dapat berperan aktif dalam mendukung proses menyusui.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aminah 1, Ela Nurlela 2,. (2023).

Hamidah, S. (2024). Evaluasi Keberhasilan Menyusui Ibu Post Sectio Caesarea. 3(2), 59–69.

komsiyah, & Dwi Indarti, Millenia Ekatania, et al. (2020). Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR). 3(2).

Nasution, Ilmiah, Aufa, U., Di, R., Padangsidimpuan, K., Kunci, K., Eksklusif, A., & Prelakteal, M. (2023). Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Sicentifc Journal ). 141–147.

Rochmawati. (2024). Pengetahuan Tentang Manajemen Laktasi pada Ibu Menyusui Mendukung Keberhasilan ASI Eksklusif Rochmawati. 2(April), 373–380.

Yohana, & Dewi, D. (2024). Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 6, 1407–1416.


Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Apriyani, A., & Anisa, D. N. (2026). Defisit pengetahuan tentang menyusui pada pasien P1AO post sectio caesarea hari ke-1 di RS PKU Muhammadiyah Gamping: Case Study . Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, 4. Retrieved from https://proceeding.unisayogya.ac.id/index.php/prosemnaslppm/article/view/2156

Issue

Section

Penelitian

Most read articles by the same author(s)