Implementasi teknik relaksasi nafas dalam untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi fraktur
Keywords:
fraktur, nyeri, nyeri post operasi fraktur, relaksasi nafas dalamAbstract
Abstrak
Latar belakang: Fraktur adalah kerusakan atau keretakan tulang diakibatkan oleh cedera, tekanan fisik, kekakuan, sudut, kondisi jaringan lunak yang mengelilingi tulang yang disebabkan oleh trauma/rudapaksa dan osteoporosis. Nyeri post operasi fraktur yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak negatif pada respon fisiologis, status emosional, serta memperlambat proses penyembuhan pasien. Tujuan: tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi teknik relaksasi nafas dalam dalam menurunkan intensitas nyeri post operasi fraktur. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus pada pasien post operasi fraktur ankle dextra kemudian dilakukan observasi, wawancara, dan pemeriksaan fisik. Subjek: Pasien nyeri fraktur post operasi dengan intensitas nyeri ringan sampai sedang dan bersedia menjadi responden. Analisis nyeri diukur dengan menggunakan Numeric Rating scale. Hasil: Analisis menunjukkan penurunan tingkat nyeri fraktur post operasi setelah di lakukan implementasi Teknik relaksasi nafas dalam. Pada responden dengan nyeri skala 6 menjadi skala 2. Kesimpulan: Implementasi teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan tingkat nyeri pada pasien post operasi fraktur.
Downloads
References
Daftar Pustaka
Ambohamsah, I., Nur, H., & Fauziah, D. (2024). Efektivitas Terapi Relaksasi Nafas Dalam untuk Menurunkan Nyeri Akut pada Pasien Fraktur di RSUD Hajjah Andi Depu. Mando Care Jurnal, 3(1), 1–6. https://doi.org/10.55110/mcj.v3i1.140
Aryana, I. G. N. W. A., & Febyan. (2023). Konsep Diagnosis dan Penatalaksanaan Fraktur Osteoporosis Terkini. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 10(4). https://doi.org/10.7454/jpdi.v10i4.1030
Batara, A. kencana, Erlin Syahril, Arman Bausat, Fadil Mula Putra, & Febie Irsandy Syahruddin. (2025). Karakteristik Penderita Fraktur Femur di RS Ibnu Sina pada Tahun Januari 2023-Desember 2024. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 5(3), 153–163. https://doi.org/10.33096/fmj.v5i3.572
Betalia, D., & Nur, S. (2025). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Op Fraktur Radius Distal Dengan Intervensi Kompres Dingin Dan Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Di
Rs Mitra Husada Pringsewu. Sains Medisina, 3(4), 249–257. https://doi.org/10.63004/snsmed.v3i4.728
Chotimah, C., Sahrudi, S., & Simanjuntak, S. M. W. (2025). Efektivitas Relaksasi Napas dalam Terhadap Nyeri Pada Pasien Pasca Operasi Orif Fraktur Ekstremitas Bawah di RS Karya Medika. MAHESA : Malahayati Health Student Journal, 5(10), 4628–4640. https://doi.org/10.33024/mahesa.v5i10.19598
Muhajir, A., Inayati, A., Fitri, N. L., Dharma, A. K., & Metro, W. (2023). Penerapan Relaksasi Napas Dalam Untuk Menurunkan Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Fraktur Di Ruang Bedah Rsud Jend. Ahmad Yani Metro The Application Of Deep Breath Relaxation To Reduce Pain Intensity Post Operation In Fracture Patients In The Surgical Room Of Rsud Jend. Ahmad Yani Metro. Jurnal Cendikia Muda, 3(1).
Muzakir, M. A. (2024). Asuhan Keperawatan Pasien dengan Kasus Pre dan Post Operasi Fraktur Tertutup Fibula Sinistra di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara. Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 1–16. https://doi.org/10.54621/jkdm.v3i1.823
Nurhusna, N., Putri Irwanti Sari, & Yulia Indah Permata Sari. (2024). Implementation of Deep Breathing Relaxation for Chest Pain Management in Heart Disease Patients. Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurusan Keperawatan, 2(1), 16–22. https://doi.org/10.22437/jpmjk.v2i1.36189
Prabawa, setya R., Purwaningsih, I., & Dami, M. W. (2022). Implementasi Terapi Relaksasi Nafas Dalam Untuk Penurunan Nyeri Pada Pasien Fraktur Post Operasi.
Putriyanda, N., Mangara, A., Keperawatan Kesdam, A., & Bb Pematangsiantar, I. /. (2024). Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Klien Post Operasi Fraktur Femur. Indonesian Journal of Science, 1(3).
Raharja, M. L. T., Widiastuti, A., & Kartiko Utomo, E. (2025). Hubungan Koping dan Kecemasan dengan Nyeri Post-ORIF Ekstremitas Bawah di RS Ortopedi Surakarta.
Silpiyani, S., & Novitasari, D. (2023). Deep Breathing Relaxation Therapy for the Implementation of Acute-Pain in Post-ORIF of Patella Sinistra Fractures Patients. Genius Journal, 4(1), 257–264. https://doi.org/10.56359/gj.v4i1.248
Vitri, V. R. (2022). Hubungan Intensitas Nyeri dengan Strategi Manajemen Nyeri pada Pasien Fraktur Post Operasi ORIF di RSU Setia Budi. Journal of Vocational Health Science, 1(1), 24–33. https://doi.org/10.31884/jovas.v1i1.19
Wahyuningsih, D., & Fajriyah, N. N. (2021). Literature Review : Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Untuk Menurunkan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Fraktur. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, 1, 1419–1424. https://doi.org/10.48144/prosiding.v1i.858