Perencanaan rusunawa untuk buruh pabrik dengan pendekatan well-being

Authors

  • Ahmad Hidayatulloh Prodi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Riri Chairiyah Prodi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Keywords:

Pertumbuhan Kawasan Industri Batang, Buruh, peningkatan Tenaga Kerja, Rusunawa, Well-Being

Abstract

Pertumbuhan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang Telah mengubah Kabupaten Batang menjadi pusat Investasi Global Yang berpengengaruh terhadap peningkatan kebutuhan tenaga kerja. Hingga tahun 2025, Telah tercatat sebanyak 7.008 pekerja yang sudah terserap, dan jumlah ini akan diperkirakan terus meningkat dari 28.000 hingga 100.000 pekerja dimasa yang akan dating. Kenaikan jumlah tenaga kerja ini memenyabakan munculnya isu terkait penyediaan hunian  yang layak, mengingat saat ini hunian pekerja masih didominasi oleh swadaya masyarakat yang belum memenuhi standar kualitas.  Tujuan penelitian ini adalah Mengkaji Perancangan rumah susun masyarakat berpengahsilan rendah (RUSUNAWA) sebagai solusi hunian efisien bagi masyarakat berpenghasilan rendah dikawasan industry. Metode yang dugunakan adalah metode perancangan  yang terdiri dari tahap input (identifikasi data), Proses perancangan (Pengolahan solusi desain) dan output (penerpan konsep). Penerapan ini menggunakan pendekan Well-Being ke dalam  desain bangunan rusunawa untuk mengatasi keterbatasan privasi dan minimnya ruang komunal pada standar rusunawa saat ini  yang dapat memicu Crowding-stress . Hasil kajian menunjukan penerapan konsep Well-Being memiliki 6 penerapan aspek yaitu ; Movement, Accessing Nature, Air Quality, Nutrition, Decentralization,  dan Trust. Penerapan aspek-aspek tersebut dapat menciptakan lingkungan hunian yang dapat menunjang kesejahteraan fisik dan metal bagi pekerja /buruh. Point ini bukan sekedar kebutuhan estetika saja, melainkan investasi strategis untuk menjamin stabilitas produktivitas dan keberlanjutan bagi Kawasan industry di kabupaten Batang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Barmantyo, H. (n.d.). 2 Kawasan Industri di Batang Bakal Serap 100 Ribu Tenaga Kerja, 28 Persen Diisi Warga Lokal - Suara Merdeka Pekalongan. Retrieved January 18, 2026, from https://pekalongan.suaramerdeka.com/pekalongan-raya/18116051358/2-kawasan-industri-di-batang-bakal-serap-100-ribu-tenaga-kerja-28-persen-diisi-warga-lokal

Cv, P., & Persada, P. (n.d.). 557512-Analisis-Pasca-Hunian-Pada-Bangunan-Rusu-C3B73B5a.

Darmawan, A. D. (n.d.). 22,33% Penduduk Kabupaten Batang pada 2024 dengan Usia 0-14 Tahun. Retrieved January 18, 2026, from https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/7266c8104be4f56/22-33-penduduk-kabupaten-batang-pada-2024-dengan-usia-0-14-tahun

Disastra, R. J. Y., & Choandi, M. (2024). Peran Arsitektur Wellbeing Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan Dan Mengatasi Sick Building Syndrome Di Lingkungan Kerja. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 6(1), 285–294. https://doi.org/10.24912/stupa.v6i1.27473

Fabiana Meijon Fadul. (2019). Pengertian Rusun. 27–45.

Hidayat, A. (2025). No Title. DetikFinance. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7828240/7-008-orang-kerja-di-kawasan-industri-terpadu-batang

Indra Arief. (n.d.). Dirkeu ANTARA: SDM di Batang siapkan diri sambut pertumbuhan industri - ANTARA News. Retrieved January 18, 2026, from https://www.antaranews.com/berita/5174401/dirkeu-antara-sdm-di-batang-siapkan-diri-sambut-pertumbuhan-industri

KONRALMA, S. (2023). Analisis Rancangan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak LayakHuni (RTLH) Menjadi Rumah Layak Huni (RLH)Studi Kasus: Kegiatan BSPS Tahun 2022 di Kabupaten Batang.

Marzaman, L. U., & Fisu, A. A. (2020). Hunian Vertikal Kontainer Buruh Pt Kima Dengan Konsep Arsitektur Humanis. PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik, 5(2), 91–103. https://doi.org/10.51557/pt_jiit.v5i2.607

Mushaf, M. K. (2021). Analisis Kesiapan Masyarakat Dalam Industrialisasi Di Kabupaten Batang : Studi Kasus Desa Ketanggan. Jurnal Ilmiah, 9(2).

Puspita, A. (2023). Alternatif Desain Unit Rusunawa Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah: Studi Kasus di Rumah Susun Sewa Rorotan Jakarta Utara. Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri, 6(2), 95–110. https://doi.org/10.37721/kalibrasi.v6i2.1204

Ramadhani, A. N., Setijanti, P., & Hayati, A. (2024). The affect of rusunawa design changes to resident’s physical quality satisfaction. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1351(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1351/1/012018

RDTR. (n.d.). Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Interaktif. Retrieved January 19, 2026, from https://gistaru.atrbpn.go.id/rdtrinteraktif/

Sujatmika, A. (2016). Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.5 No.1 (2016). Calyptra, 2(2), 1–12.

The Architecture of Well-Being - HOK. (n.d.). Retrieved January 19, 2026, from https://www.hok.com/ideas/research/the-architecture-of-well-being/


Downloads

Published

2026-03-10

How to Cite

Hidayatulloh, A., & Chairiyah, R. (2026). Perencanaan rusunawa untuk buruh pabrik dengan pendekatan well-being . Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, 4, 403–411. Retrieved from https://proceeding.unisayogya.ac.id/index.php/prosemnaslppm/article/view/2043

Issue

Section

Penelitian

Most read articles by the same author(s)