Implementasi teknologi pertanian vertikal sebagai usaha menjaga ketahanan pangan di Kota Yogyakarta

Authors

  • Nabila Hanin Nuha Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Riri Chairiyah Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Keywords:

ketahanan pangan, hidroponik, Kota Yogyakarta, pertanian vertikal, urban

Abstract

Keterbatasan lahan pertanian diakibatkan pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman. Hal ini menjadi permasalahan utama yang memengaruhi ketahanan pangan di Kota Yogyakarta. Penurunan luas lahan pertanian sangat berdampak langsung pada berkurangnya produksi pangan lokal, khususnya sayur-sayuran, sehingga Kota Yogyakarta mengalami kekurangan pasokan dan ketergantungan pangan terhadap daerah sekitarnya. Kondisi tersebut memerlukan solusi alternatif yang dapat diterapkan di kawasan perkotaan dengan keterbatasan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penerapan teknologi pertanian vertikal sebagai solusi untuk menyelesaikan permasalahan pangan di Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur serta data statistik resmi yang berkaitan dengan kebutuhan dan produksi pangan. Data kuantitatif akan digunakan sebagai data pendukung untuk mendapatkan hasil perhitungan tanaman, kapasitas produksi, serta jumlah modul pertanian vertikal yang diperlukan dalam perancangan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa sistem pertanian vertikal hidroponik mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbatas melalui sistem tanam yang bertingkat. Sebanyak 709 unit vertical farming dapat digunakan kedalam bangunan Urban Farming Center. Sistem ini dapat meningkatkan produksi pangan lokal, mengurangi ketergantungan pangan terhadap daerah sekitaran Kota Yogyakarta, serta mendukung pertanian perkotaan yang berkelanjutan dan efisiensi dalam penggunaan ruang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. (2024). Produksi tanaman sayuran Kota Yogyakarta. BPS Kota Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik. (2025). Konsumsi sayuran per kapita di Kota Yogyakarta. BPS Kota Yogyakarta.

Chandra, A. (2014). Penerapan sistem pertanian vertikal sebagai solusi keterbatasan lahan di kawasan perkotaan. Jurnal Pertanian Perkotaan, 6(2), 45–52.

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. (2025).

Wali Kota Yogyakarta wujudkan integrated farming untuk kelola sampah organik.

https://pertanian.jogjakota.go.id (Diakses 20 Januari 2026)

Irawan, B. (2005). Konversi lahan sawah dan dampaknya terhadap produksi pangan. Jurnal Agro Ekonomi, 23(1), 1–18.

Rosa, T. A. (2018). Alih fungsi lahan pertanian dan dampaknya terhadap ketahanan pangan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 29(3), 189–198.

Sukmawati, R. (2024). Pengembangan pertanian vertikal berbasis hidroponik di wilayah perkotaan. Jurnal Teknologi Pertanian, 15(1), 22–30.


Downloads

Published

2026-03-18

How to Cite

Nuha, N. H., & Chairiyah, R. (2026). Implementasi teknologi pertanian vertikal sebagai usaha menjaga ketahanan pangan di Kota Yogyakarta . Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, 4, 680–685. Retrieved from https://proceeding.unisayogya.ac.id/index.php/prosemnaslppm/article/view/2081

Issue

Section

Penelitian

Most read articles by the same author(s)