Faktor determinan sosio-ekonomi dan Keluarga dalam perilaku aktivitas fisik lansia urban dan rural

Authors

  • Dina Nazwatunnisa Program Studi Sarjana Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Indriani Indriani Program Studi Sarjana Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Shofhal Jamil Program Studi Sarjana Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Keywords:

Aktivitas Fisik, Ekonomi, Keluarga, Lansia, Sosial

Abstract

Latar Belakang : Aktivitas Fisik lansia berperan penting dalam menjaga kesehatan, namun partisipasinya masih rendah dan dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan keluarga, serta bervariasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Tujuan : Mengetahui hubungan sosial, ekonomi, dan keluarga dengan perilaku aktivitas fisik lansia di perkotaan dan pedesaan Yogyakarta. Metode: Penelitian Observational analitik dengan pendekatan cross sectional, dilakukan di dua wilayah puskesmas Kota Yogyakarta dan Kabapaten Bantul dengan melibatkan 5 posyandu lansia. Total populasi sebesar 7.004 lansia, dengan purposive sampling diperoleh sampel sebesar 224 lansia, terdiri dari 112 di kota dan 112 di desa. Data dikumpulkan berdasarkan kuisioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support, Additive Social Class Index, Perceived Social Support Family Scale, dan Physical Activity Scale for Elderly. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan chi-square dan regresi ordinal. Hasil: Lansia pedesaan lebih aktif secara fisik (mean=228,5301;SD=64,91461) dibandingkan lansia perkotaan (mean=144,8727;SD=85,58401). Di wilayah perkotaan, variabel yang paling berpengaruh adalah jenis kelamin (OR=3,47; CI=1,40–8,64), kerentanan (OR=2,85; CI=0,64-5,07) dan keluarga (OR=2,44; CI=1,15–5,21) sedangkan di pedesaan adalah keluarga (OR=5,33; CI=1,50-18,97), usia (OR=3,90; CI=1,53–9,90) dan kerentanan (OR=3,82; CI=1,20–6,43). Kesimpulan: Aktivitas fisik lansia secara signifikan lebih tinggi di pedesaan dibandingkan perkotaan (p<0,05) dengan faktor keluarga berperan penting dalam meningkatkan perilaku aktivitas fisik.  Saran : Agar model promosi kesehatan lansia secara nasional perlu memprioritaskan intervensi berbeda urban-rural untuk efektivitas optimal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Latar Belakang : Aktivitas Fisik lansia berperan penting dalam menjaga kesehatan, namun partisipasinya masih rendah dan dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan keluarga, serta bervariasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Tujuan : Mengetahui hubungan sosial, ekonomi, dan keluarga dengan perilaku aktivitas fisik lansia di perkotaan dan pedesaan Yogyakarta. Metode: Penelitian Observational analitik dengan pendekatan cross sectional, dilakukan di dua wilayah puskesmas Kota Yogyakarta dan Kabapaten Bantul dengan melibatkan 5 posyandu lansia. Total populasi sebesar 7.004 lansia, dengan purposive sampling diperoleh sampel sebesar 224 lansia, terdiri dari 112 di kota dan 112 di desa. Data dikumpulkan berdasarkan kuisioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support, Additive Social Class Index, Perceived Social Support Family Scale, dan Physical Activity Scale for Elderly. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan chi-square dan regresi ordinal. Hasil: Lansia pedesaan lebih aktif secara fisik (mean=228,5301;SD=64,91461) dibandingkan lansia perkotaan (mean=144,8727;SD=85,58401). Di wilayah perkotaan, variabel yang paling berpengaruh adalah jenis kelamin (OR=3,47; CI=1,40–8,64), kerentanan (OR=2,85; CI=0,64-5,07) dan keluarga (OR=2,44; CI=1,15–5,21) sedangkan di pedesaan adalah keluarga (OR=5,33; CI=1,50-18,97), usia (OR=3,90; CI=1,53–9,90) dan kerentanan (OR=3,82; CI=1,20–6,43). Kesimpulan: Aktivitas fisik lansia secara signifikan lebih tinggi di pedesaan dibandingkan perkotaan (p<0,05) dengan faktor keluarga berperan penting dalam meningkatkan perilaku aktivitas fisik. Saran : Agar model promosi kesehatan lansia secara nasional perlu memprioritaskan intervensi berbeda urban-rural untuk efektivitas optimal.


Downloads

Published

2026-03-03

How to Cite

Nazwatunnisa, D., Indriani, I., & Jamil, S. (2026). Faktor determinan sosio-ekonomi dan Keluarga dalam perilaku aktivitas fisik lansia urban dan rural. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, 4, 169–181. Retrieved from https://proceeding.unisayogya.ac.id/index.php/prosemnaslppm/article/view/1984

Issue

Section

Penelitian

Most read articles by the same author(s)