Perancangan coworking space dengan penerapan fleksibilitas ruang
Keywords:
Coworking Space, Yogyakarta, arsitektur perilaku, Kota Kreatif, Fleksibilitas RuangAbstract
Yogyakarta telah bertransformasi dari kota pelajar tradisional menjadi mesin inovasi nasional, dibuktikan dengan populasi mahasiswa yang mencapai 282.093 jiwa pada tahun 2024 serta predikat Creative City of Crafts and Folk Art dari UNESCO. Namun, status ini belum didukung oleh infrastruktur yang memadai, di mana kapasitas coworking space saat ini (±4.000 kursi) tidak sebanding dengan pesatnya pertumbuhan 41,6 juta pekerja lepas nasional yang menjadikan Yogyakarta sebagai titik kumpul utama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah coworking space yang taktis, manusiawi, dan terjangkau dengan mengintegrasikan kualitas lingkungan adaptif terhadap iklim tropis guna mendukung produktivitas dan kolaborasi lintas generasi. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah deskripsi-analisis dengan pendekatan Arsitektur Perilaku (Behavioral Architecture). Analisis dilakukan melalui studi kasus pada tiga lokasi di Yogyakarta, yaitu Claus Building, Sinergi, dan Antologi Collaboractive Space, untuk membedah aspek fleksibilitas, zonasi (publik dan privat), serta fasilitas penunjang seperti mini library dan keterbukaan ruang. Hasil studi menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah ruang kerja bersama sangat bergantung pada kemampuan ruang dalam mengakomodasi perilaku dinamis penggunanya melalui konsep konvertibilitas dan versatilitas perabot serta ruang. Perancangan ini diharapkan menjadi solusi konkret atas ketimpangan fasilitas ruang kreatif di Yogyakarta melalui pendekatan lingkungan binaan yang responsif terhadap perilaku manusia.
Downloads
References
Alifah, S. (2021). PERENCANAAN DESAIN INTERIOR COWORKING SPACE KOLEGA X MNC DI. 2, 165–176. https://doi.org/10.2241/anggada.2021.v2.i2.004
Badan Pusat Statistik. (n.d.). Data 41,6 juta pekerja lepas di Indonesia berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2024 oleh Badan Pusat Statistik. Retrieved December 5, 2026, from https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTk1MyMy/jumlah-dan-persentase-penduduk-bekerja-dan-pengangguran.html
Di, P., & Industri, E. R. A. (2023). COWORKING SPACE SEBAGAI ALTERNATIF INFRASTRUKTUR.
Fitria, E., Ds, D., & Poernomo, E. I. (2020). “ KARAKTERISTIK TATA LETAK RUANG KERJA PADA BANGUNAN CO-WORKING SPACE DI JAKARTA ” “ CHARACTERISTIC WORK SPACE LAY OUT IN CO-WORKING SPACE BUILDINGS IN JAKARTA .” 18(1), 1–7.
Fitria, T. A. (2018). Pengaruh Seting Ruang Terhadap Perilaku Pengguna Dengan Pendekatan Behavioral Mapping. 1(2), 183–206.
Ilmiah, A. (2020). UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta.
lldikti. (n.d.). Data Mahasiswa: Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V (LLDIKTI V). https://lldikti5.kemdiktisaintek.go.id/
Roesli, C., Simanjuntak, P. M., Rachmayanti, S., & Sibernetik, D. (2019). Co-working space. 231–235.
Semarang, T. D. I. (2022). Perancangan coworking space dengan pendekatan arsitektur tropis di semarang.
Sovia, M., Banamtuan, M., Arsitektur, P. S., & Sains, F. (2023). Implementasi Konsep-konsep Arsitektur Perilaku dalam Perancangan Study and Co-Working Space di Kota Kupang. 1(2), 165–176. https://doi.org/10.59810/archimane/v1i2.18
Studi, P., Seni, I., Arsitektur, D. A. N., Ushuluddun, F., Humaniora, D. A. N., Islam, U., & Walisongo, N. (2021). SPACE BAGI MAHASISWA DI PEKALONGAN (Issue 1804056014).
UNESCO. (n.d.). Preserving Yogyakarta’s Historical Landsmarks and Cosmological Axis Through Heritage Impact Assessment. Retrieved December 5, 2026, from https://www.unesco.org/en/articles/preserving-yogyakartas-historical-landsmarks-and-cosmological-axis-through-heritage-impact
Urwokerto, K. R. D. I. P. (2018). C - s c -c s c c p r c - k k p k k p. 3680(1), 97–106.
Wijaya, R., & Suprobo, P. (n.d.). PERENCANAAN DAN PERANCANGAN COWORKING SPACE UNTUK PELAKU EKONOMI KREATIF DI KOTA SURABAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU. 1–10.